Tampilkan postingan dengan label Unek - unek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unek - unek. Tampilkan semua postingan

Subyektif : Apa itu pekerjaan

Pekerjaan bukan hanya soal uang
Pekerjaan bukan hanya juga soal mencari rekan
Pekerjaan bukan hanya sekedar menulis kode-kode program
Pekerjaan bukan sekedar ajang menunjukkan kebolehan kita
Pekerjaan bukan hanya soal bagaimana menyenangkan hati atasan kita
Pekerjaan bukan juga mengikuti kata orang tentang apa dan bagaimana bekerja itu


Tapi pekerjaan adalah juga soal bagaimana Anda mengaktualisasikan diri Anda
Pekerjaan memenuhi jiwa kita akan rasa penghargaan diri
Pekerjaan juga sarana untuk kita berkontribusi nyata
Dan pekerjaan adalah soal apa kata hati Anda ... Baca Selengkapnya-..

Programming is an art

Mimpi dan realita terkadang memang terkadang berbeda. Terkadang melesat jauh dari yang kita harapkan. Terkadang juga bisa terpenuhi melebihi ekspektasi pribadi kita.

Beberapa waktu ini idealisme ku sedang di "utik-utik" oleh pekerjaanku.
Aku menyukai "pekerjaanku" dan sangat berminat di dalamnya. Sebuah profesi yang membutuhkan ketenangan, kreatifitas. logika dan daya penalaran yang cukup menguras otak.Tapi buatku ini sangat menyenangkan. Jiwaku terasa bergelora saat berada di tengah-tengah "medan pertempuran" di dalam profesi ku.
Profesi sebagai seorang developer. Kata orang menjadi developer -istilah lainnya programmer komputer- adalah pekerjaan yang membosankan karena berkutat dengan si kotak, berikut perangkat tuts qwerty dan tetikus-nya. Tidak ada yang lain. Semuanya telah menyatu ke dalamnya.
Bahkan dunia pun hanya sebatas halaman putih bertuliskan Google. Sebuah ide sederhana yang telah disulap menjadi revolusi di abad ini.Begitu menakjubkan dan tidak terbayangkan.

Dibalik pro-kontra menjadi seorang developer, aku sendiri memiliki keyakinan bahwa menjadi programmer adalah sebuah pekerjaan seni.
Bagiku bahasa,script pemrograman dan database merupakan seni tersendiri. Kode-kode itu dapat terlihat indah saat kita bisa melihat dengan hati.
sayang bahan seni yang kukenal seringkali di buat hanya sebatas menjadi komoditi komersial. Dimana hasil yang selalu menjadi prioritas dan tidak
memperhitungkan proses di dalamnya "with heart".

Budaya copy-paste, spagetti code dan perancangan kode yang seringkali hanya berorientasi pada tampilan akhir. Bagiku itu merusak seni pemrograman
yang kukenal. Tapi mungkin ini hanya lah sebuah pendapat pribadi yang subyektif yang tidak memiliki dasar teori dan hipotesis.
Paling tidak aku hanya ingin mencoba berbagi apa yang kurasakan.

Aku hanya "bermimpi" dimana melalui seni yang ku dalami ini terlahir "masterpiece" lain yang dapat berguna dan membangun bagi orang lain.


Salam
Baca Selengkapnya-..

ini blog baru saya

Akhirnya saya menulis juga di dunia maya ...

Setelah beberapa lama mengalami ketakutan akan bahaya dunia maya ...
Saya tidak pernah mau berniat memposting tulisan saya ke Internet...
Ada banyak alasan ...
Salah satunya mungkin karena ketidak tahuan akan seluk beluknya. Itu mungkin alasan terkuat ya

Tapi dunia berubah... menurutku.
Terus berkembang dan memaksa kita -ah saya tepatnya- untuk juga berubah.

Dan saya pikir ini saatnya untuk mencoba.
Oleh karenanya saya menyebut blog ini tempat berbagi. Apa yang saya bisa dan punya, saya coba bagikan.
Saya selalu ingat dengan hukum tabur - tuai. Ah ini terlalu berlebihan mungkin. Tapi dengan membagi saya rasa saya malah dapat belajar banyak.


Saya menggambarkannya dengan analogi Laut Mati dan Laut Tengah.

Laut Mati berada beberapa meter di bawah permukaan air laut -saya lupa tepatnya- .
Ini tentu saja akan membuat air tidak bisa mengalir DARI laut mati, tetapi air hanya MENUJU laut Mati. Sekilas tampaknya baik saja. Tapi lihat bagaimana kadar garam yang terus bertambah karena air laut yang menguap akibat sinar matahari.

Kadar garam yang bertambah tentu saja akan membuat air semakin asin. Efeknya tidak ada ikan yang dapat bertahan dalam kondisi air laut dengan kadar garam melebihi batas "normal".
Intinya tidak ada kehidupan di dalamnya.

Berbeda dengan Laut Tengah yang masih berada beberapa meter di atas permukaan laut sehingga ia hanya menjadi tempat persinggahan air untuk selanjutnya di alirkan ke laut yang lebih rendah ketinggiannya.
Karena adanya sirkulasi yang terus mengalir dan berubah, keseimbangan kadar garam juga terjaga. Efeknya ikan dapat hidup dengan "nyaman" di dalamnya.

Kedua laut tersebut mengingatkan saya akan pentingnya berbagi sehingga ada "kehidupan di dalam diri" kita.

Salam Baca Selengkapnya-..